BALI

ketika pria tampan sedang berkumpul

Senin, 10 Oktober 2016

makanan khas indonesia kesukaanku

Kali ini saya akan membahas tentang makanan khas Indonesia. Tetapi hanya dua dari sekian banyak makanan khas Indonesia yang saya angkat di tulisan ini karena kedua makanan tersebut adalah maknan kesukaan saya. Ya, rending dan pempek adalah makanan yang sangat lezat menurut saya. Jadi mari kita simak tulisan dibawah yang bersumber dari clear-myblog.blogspot.co.id.

Rendang. Siapa yang tidak kenal dengan kuliner fenomenal khas Indonesia satu ini. Rasanya yang sangat lezat membuat namanya dikenal hingga berbagai belahan dunia. Rendang (bahasa Minang: Randang) adalah salah satu masakan tradisional Minangkabau yang menggunakan daging dan santan kelapa sebagai bahan utama dengan kandungan bumburempah-rempah yang kaya. Masakan dengan citarasa yang pedas ini digemari oleh seluruh kalangan masyarakat, dan dapat ditemukan di seluruh Rumah Makan Padang di Indonesia

Rendang adalah masakan yang mengandung bumbu rempah yang kaya. Selain bahan dasar daging, rendang menggunakan santan kelapa (karambia), dan campuran dari berbagai bumbu khas yang dihaluskan di antaranya cabai (lado), serai, lengkuas, kunyit, jahe, bawang putih,bawang merah dan aneka bumbu lainnya yang biasanya disebut sebagai pemasak. Keunikan rendang adalah penggunaan bumbu-bumbu alami, yang bersifat antiseptik dan membunuh bakteri patogen sehingga bersifat sebagai bahan pengawet alami. Bawang putih, bawang merah, jahe, dan lengkuas diketahui memiliki aktivitas antimikroba yang kuat.[2] Tidak mengherankan jika rendang dapat disimpan satu minggu hingga empat minggu.

Proses memasak rendang asli dapat menghabiskan waktu berjam-jam (biasanya sekitar empat jam), karena itulah memasak rendang memerlukan waktu dan kesabaran.[3] Potongan daging dimasak bersama bumbu dan santan dalam panas api yang tepat, diaduk pelan-pelan hingga santan dan bumbu terserap daging.[4] Setelah mendidih, apinya dikecilkan dan terus diaduk hingga santan mengental dan menjadi kering. Memasak rendang harus sabar dan telaten ditunggui, senantiasa dengan hati-hati dibolak-balik agar santan mengering dan bumbu terserap sempurna, tanpa menghanguskan atau menghancurkan daging. Proses memasak ini dikenal dalam seni kuliner modern dengan istilah 'karamelisasi'. Karena menggunakan banyak jenis bumbu, rendang dikenal memiliki citarasa yang kompleks dan unik.

Rendang memiliki posisi terhormat dalam budaya masyarakat
 Minangkabau. Rendang memiliki filosofi tersendiri bagi masyarakat Minang Sumatera Barat,[5] yaitu musyawarah dan mufakat, yang berangkat dari empat bahan pokok yang melambangkan keutuhan masyarakat Minang, yaitu: 
1.              Dagiang (daging sapi), merupakan lambang dari "Niniak Mamak" (para pemimpin Suku adat)
2.              Karambia (kelapa), merupakan lambang "Cadiak Pandai" (kaum Intelektual)
3.              Lado (cabai), merupakan lambang "Alim Ulama" yang pedas, tegas untuk mengajarkan syariat agama
4.              Pemasak (bumbu), merupakan lambang dari keseluruhan masyarakat Minangkabau.
Dalam tradisi Minangkabau, rendang adalah hidangan yang wajib disajikan dalam setiap perhelatan istimewa, seperti berbagai upacara adat Minangkabau, kenduri, atau menyambut tamu kehormatan.
Dalam tradisi
 Melayu, baik di Riau, Jambi, Medan atau Semenanjung Malaya, rendang adalah hidangan istimewa yang dihidangkan dalam kenduri khitanan, ulang tahun, pernikahan,barzanji, atau perhelatan keagamaan, seperti Idul Fitri dan Idul Qurban.

Pempek
Pempek Palembang, salah satu makanan tradisional dari  Sumatra Selatan yang terbuat dari ikan dan tepung sagu ini sudah populer di Indonesia. Rasanya yang kenyal gurih dengan saus yang asam pedas memang nikmat untuk disantap. Dulunya Pempek Palembang dibuat dari daging ikan Belida yang diambil dari sungai Musi yang mempunyai rasa dan aroma lebih gurih, karena ikan Belida sulit didapat serta mahal maka dipakai daging ikan ikan gabus yang harganya lebih murah, tetapi dengan rasa yang tetap gurih. juga ikan air tawar lainnya seperti ikan putak, toman, dan bujuk. Selain itu sekarang juga menggunakan jenis ikan laut seperti tenggiri, kakap merah, parang-parang, ekor kuning.

Penyajian pempek ditemani oleh saus berwarna hitam kecoklat-coklatan yang disebut cuka atau cuko (bahasa Palembang). Cuko dibuat dari air yang dididihkan, kemudian ditambah gula merah, udang ebi dan cabe rawit tumbuk, bawang putih, dan garam. Bagi masyarakat asli Palembang, cuko dari dulu dibuat pedas untuk menambah nafsu makan. Namun seiring masuknya pendatang dari luar pulau Sumatera maka saat ini banyak ditemukan cuko dengan rasa manis bagi yang tidak menyukai pedas. Cuko dapat melindungi gigi dari karies (kerusakan lapisan email dan dentin). Karena dalam satu liter larutan kuah pempek biasanya terdapat 9-13 ppm fluor. satu pelengkap dalam menyantap makanan berasa khas ini adalah irisan dadu timun segar dan mie kuning.

Jenis pempek yang terkenal adalah "pempek kapal selam", yaitu telur ayam yang dibungkus dengan adonan pempek dan digoreng dalam minyak panas. Ada juga yang lain seperti pempek lenjer, pempek bulat (atau terkenal dengan nama "ada'an"), pempek kulit ikan, pempek pistel (isinya irisan pepaya muda rebus yang sudah dibumbui), pempek telur kecil, dan pempek keriting.
Pempek bisa ditemukan dengan sangat mudah di seantero Kota Palembang. Pempek dijual dimana-mana di Palembang, ada yang menjual di restoran, ada yang dipinggir jalan, dan juga ada yang dipikul. Disemua kantin sekolah/tempat kerja/kampus pasti ada yang menjual pempek. Tahun 1980-an, penjual pempek biasa memikul 1 keranjang pempek penuh sambil berkeliling Kota Palembang jalan kaki menjajakan makanannya.



pengalaman di salah satu tempat wisata indonesia

Berlibur sangat dibutuhkan bagi orang yang butuh hiburan atau yang biasa tinggal diperkotaan yang biasa melewati jalan macet karena penuhnya kendaraan dijalan ataupun macet karena lampu merah kota yang bisa dibilang terlalu lama untuk menunggu lampu hijau. Biasanya orang orang yang mengalami kejadian tersebut akan sangat membutuhkan yang namanya liburan. Kebetulan saya sendiri juga mengalaminya hehe.
Saya sudah pernah kebeberapa tempat berlibur seperti pemandian air panas ciater, taman sapi (saya lupa namanya) di daerah sumbar, hot water park daerah garut, mengelilingi pantai bali, dan masih banyak lagi yang tidak mungkin saya sebutkan satu persatu.
Dari sekian banyak tempat yang saya datangi untuk berlibur, saya akan menceritakan tentang serunya berlibur ke bali menggunakan kereta dari Jakarta. Perjalanan ini diadakan sekolah untuk acara perpisahan sekolah.
Kami berangkat dari stasiun gambir (Jakarta) menuju stasiun Surabaya. Kereta kami sangat nyaman untuk istirahat walaupun tidak satupun dari kami yang istirahat. Satasiun demi stasiun dilewati hingga akhirnya kami turun di stasiun Surabaya. Sesampainya distasiun Surabaya, kami dijemput oleh bis yang disediakan oleh sekolah untuk nyebrang ke pulau bali.
Singkat cerita kami sudah sampai di penginapan dan siap untuk istirahat. Kami semua sudah kelelahan karena di perjalanan terlalu asik bercanda dengan teman teman yang lain.
Hari pun sudah pagi, kami bersiap pergi ke pantai pandawa bali. Disini kami tidak berenang melainkan mengabadikan momen bersama teman teman. Kami berfoto dimana saja yang terlihat bagus. Puas berfoto kami menyewa kano (kapal kecil) yang bisa muat 3 orang. Posisi saya pada saat itu ada di paling belakang. Dan pada saat itu lah momen paling mengesalkan terjadi. Semua ponsel anak cowo ada di satu tas yang di pegang oleh saya. Saking semangatnya teman saya yang paling depan mendayung kano, kano pun terbalik dan semua ponsel tercebur ke pantai. Awal nya saya kira tidak akan ada masalah, tetapi saat dicek semua ponsel mati total. Sial memang tapi itu lah yang terjadi.
Setelah dari pandawa kami pergi ke pantai kuta. Disana banyak sekali bule bule yang sedang menikmati sinar matahari. Momen ini kami manfaatkan untuk taruhan. Siapa yang paling banyak dapat berfoto dengan bue, dia yang menang. Kami pun menyebar ber tim. Satu tim isinya dua orang. Satu orang untuk memotret dan yang satunya berdampingan dengan sang bule. Saya mendekati satu bule yang sedang lewat dan mengajak berfoto dengan bahasa inggris tentunya. Tapi dia malah nolak dan menuduh macam macam. Padahal wajah saya adalah wajah orang baik baik. Sial memang tapi lagi lagi itulah yang terjadi. Saat semua berkumpul lagi, ternyata hanya saya yang tidak dapat berfoto dengan bule disekitar pantai. Yasudahlah mau bagaimana lagi.
Setelah itu kami bersiap ke tempat makan malam yang saya lupa nama tempatnya. Disana diadakan acara perpisahan yang isinya sedih sedih gitu lah. Setelah menyantap makan malam, kami bersiap untuk ke penginapan untuk istirahat. Tetapi saya dengan yang lain memanfaatkan waktu tersebut untuk menikmati angin malam yang bisa dibilang sejuk.

Sebenarnya masih banyak cerita yang menarik disana sampai kami ke bromo dan malang. Tetapi akan saya tuliskan dilain waktu. Ya, itu lah pengalaman menarik saya ketika berlibur. Bali merupakan tempat yang indah untuk melepas penat. Dan banyak sekali tempat wisata air nya. Sekian dulu tulisan dari saya, sampai jumpa lagi dilain kesempatan.

silat

Kali ini kita akan membahas tentang merpati putih. Kenapa saya mengangkat cerita tentang merpati putih? Karena merpati putih sangat mengaggumkan. Saya mencari referensi di google tentang merpati putih dan saya mendapatkan informasinya dari fourzewizards.blogspot.co.id. selamat menikmati!

ILMU WARISAN PENDEKAR WANITA ZAMAN KERAJAAN MATARAM ABAD 17 
Ilmu Merpati Putih adalah bagian dari keajaiban masa lalu yang dilestarikan untuk masa kini .Dulu Ilmu ini eksklusif milik raja , hanya dipakai dan diturunkan untuk para keluarga dan lingkungan istana.

Berawal dari Raja Amangkurat di Kartosuro Jawa Tengah , yang kemudian secara turun - temurun pewarisan Ilmu jatuh pada Raden Adjeng Djojorejoso , sebagai pewaris generasi ketiga yang kemudian menurunkannya kepada tiga orang putranya sesuai dengan kapasitas dan bakat masing - masing .

Gagak Samodra pada Ilmu penyembuhan dan obat - obatan .
Gagak Handoko pada kewiraan dan Imu Bela Diri .
Gagak seto memperdalam filosofi , seni , dan puisi .

Alur Imu Merpati Putih sekarang ini berasal dari Gagak Handoko ( generasi keempat ) yang setelah melalui perjalanan panjang sampai pada R. Saring Hadipoernomo , ayah kandung Mas Poeng dan Mas Budi sebagai pewaris generasi kesepuluh .
Pak Saring menurunkan seluruh Ilmunya ke kedua putranya , Mas Poerwoto Hadipoernomo ( Mas Poeng ) dan Mas Budi Santoso Hadipoernomo ( Mas Budi ) .
Disertai pesan agar keduanya mengamalkan Imunya untuk kepentingan Nusa dan Bangsa .

Kedua pewaris ini kemudian mendirikan Perguruan Bela Diri Pencak Silat Tangan Kosong PPS ( Betako ) MERPATI PUTIH , pada April 1963 di Yogyakarta .
 

Mengapa namanya Merpati Putih .

MERPATI PUTIH , inti ajaran Perguruan .

Mengapa namanya Merpati Putih ? Apakah ingin melambangkan perdamaian yang Universal ?

Merpati Putih ternyata singkatan kalimat yang merupakan filosofi Perguruan yaitu ,
 MERsudi PAtitising TIndak, PUsakane TItising Hening .

Secara harfiah , artinya adalah sebagai berikut :

Mersudi : mengupayakan dengan sungguh - sungguh , mencari sampai mendapat .
Patitising : ketepatan sasaran , tanpa meleset .
Tindak : perbuatan , tindakan .
Pusakane : andalan , bersenjatakan .
Titising : perwujudan , kristalisasi .
Hening : keheningan , konsentrasi .

Dalam bahasa Jawa, kalimat ini bisa menimbulkan berbagai penafsiran arti dari yang paling sederhana hingga simbolisasi yang filosofis .
Malah agak sulit untuk diterjemahkan secara harfiah.

" Mersudi patitising tindak pusakane titising hening " bisa ditafsirkan sebagai : "Mencapai tepatnya tindakan , berdasarkan matangnya perhitungan ." Atau " Berusaha hidup secara benar sesuai perintah Yang Kuasa ".

Bahkan ada yang menafsirkannya sebagai inti keilmuan Merpati Putih : " Kunci keberhasilan setiap langkah atau jurus adalah kristalisasi dari penghayatan, pengendapan, maupun konsentrasi cipta rasa dan karsa ."

Ajaran Merpati Putih sangat mementingkan budi luhur, seperti yang selalu dipesankan oleh Sang Guru ( Pak Saring almarhum ) yaitu 4 sikap, watak dan perilaku yang harus selalu ditumbuhkan :

1 . Rasa jujur dan welas asih .
2 . Percaya pada diri sendiri .
3 . Keserasian dan keselarasan dalam hidup sehari hari .
4 . Menghayati dan mengamalkan sikap itu agar menimbulkan ketaqwaan kepada Tuhan YME.

Pak Saring selalu berpesan agar mengambil langkah nyata dalam pengabdian kepada bangsa dan negara dengan mengembangkan dan menyebarluaskan Ilmu yang dimiliki keluarga demi kepentingan Nasional .

Almarhum selalu mendorong semangat mengabdi dan berbakti kepada masyarakat dengan keyakinan bahwa ," Sikap dan perbuatan sekecil apapun , apabila dilandasi oleh i'tikad baik pasti akan ada artinya ,"
Berdirinya Perguruan Betako MERPATI PUTIH tahun 1963 merupakan langkah awal dalam mewujudkan cita - cita tersebut .

Hanoman

kali ini saya ditugaskan untuk menceritakan tentang tokoh perwayangan di Indonesia. Sebenarnya ada banyak sekali wayang yang dapat dipilih. Tapi langsung terlintas di pikiran saya untuk menceritakan tentang hanoman. Kenapa saya pilih hanoman dibanding yang lain? Karena saya menyukai cerita yang unik dan menarik. berikut ini saya akan menceritakan secara singkat tentang tokoh wayang hanoman
Anoman/Hanoman mempunyai nama lain. Nama lainnya tersebut yaitu Bambang Senggana, Bayu Putra (karena mempunyai kekuatan angin), Anjani Putra, Muruti, Kapiwara, Ramadayapati (karena pernah menjadi senapati Prabu Rama) dan Bayutanaya. Setelah menjadi resi di gunung Kendhalisada, ia mempunyai sebutan Mayangkara.

Hanoman adalah putra dari Dewi Anjani dan juga sebagai putra Batara Bayu serta juga putra angkat Batara Guru. Sedangkan Dewi Anjani adalah putri dari Resi Gotama dan Dewi Indradi. Ia mempunyai saudara-saudara yang mempunyai kekuatan angin, yaitu Bima, Begawan Maenaka, Liman Situbanda, Naga Kuwara, Garuda Mahambira dan Dewa Ruci.Anoman mempunyai dua istri, yaitu Dewi Purwati (berputra Bambang Purwaganti) dan Dewi Urang Rayung (berputra Trigangga atau Trihangga).

Walau pun Hanoman itu berwujud kera, tetapi ia berjiwa satria, selalu membela kebenaran, jujur, suka berbuat kebajikan, suka membantu yang kesusahan dan selalu setia pada titisan Wisnu yaitu Ramawijaya. Ia juga mempunyai usia yang sangat panjang. Ia hidup mulai pada jamanPancawati, Prabu Rama sampai jaman Jayabaya Kerajaan Mamenang. Namun karena ia bosan hidup di dunia, ia meminta kepada dewa untuk mencabut nyawanya.

Cerita diawali pada saat Dewi Indradi mempunyai tiga orang putra, yaitu Guwarsi (Subali), Guwarsa (Sugriwa) dan Dewi Anjani. Dewi Anjani lebih disayang dan diberi Cupumanik Astagina. Hal itu membuat kedua saudaranya menjadi iri. Keduanya lalu meminta kepada ayahnya yaitu Resi Gaotama untuk memberikan hal yang sama pada mereka. Resi Gotama pun jadi heran karena Dewi Indradi mempunyai Cupumanik Astagina. Karena seharusnya itu hanya dimiliki oleh dewa matahari yaitu Sang Hyang Surya.

Ketika ditanya oleh suaminya, Dewi Indradi hanya diam. Resi Gotama bertanya tiga kali, tak satu pun dijawab. Maka Gotama pun marah, ia mengeluarkan kata-kata “bahwa yang diam itu hanya tugu”. Karena Resi Gotama orang sakti, seketika  Dewi Indradi pun berubah menjadi tugu.
Cupumanik Astagina yang menjadi rebutan itu, oleh Resi Gotama dilemparkan dengan disertai kutukan “siapa saja yang menemukan ini akan celaka !”. Ketiga anak Gotama itu berlari dan berlomba untuk mendapatkan Cupu itu tanpa menghiraukan kata-kata kutukan ayah mereka. 

Cupu yang dilempar itu jatuh di Telaga Sumala. Subali dan Sugriwa masuk ke telaga itu, seketika mereka berubah wujud menjadi kera. Sedangkan Dewi Anjani hanya membasuh mukanya, maka wajahnya saja yang berubah menjadi kera.

Ketiganya merasa menyesal dan menghadap ayah mereka yaitu Resi Gotama untuk mendapatkan pengampunan. Kemudian ketiganya ditugaskan untuk bertapa. Guwarsi harus bertapa seperti kelelawar, Guwarsa harus bertapa seperti kijang, sedangkan Dewi Anjani harus berada di pinggir telaga dan tidak boleh makan apa pun kecuali makanan yang jatuh dari langit. 

Saat itu Batara Guru sedang berkeliling dunia dan ia merasa kasihan pada Dewi Anjani. Lalu ia menjatuhkan daun sinom (daun asem yang masih muda). Daun sinom tersebut dimakan oleh Dewi Anjani yang mengakibatkan ia hamil dan melahirkan putra yang berwujud kera putih yang diberi nama Anoman/Hanoman.