Senin, 25 Februari 2013

persahabatan dan percintaan (part1)

        Di pagi hari yang cerah terlihat seorang pelajar tingkat SMA bengong di depan rumahnya, ya ujen namanya. rumahnya terletak di pinggir sawah yang luas. ayahnya warto adalah seorang petani dan ibunya yanti seorang ibu rumah tangga. ujen adalah anak satu satunya dari keluarga ini.

       Ujen tergolong anak yang bandel, hobinya adalah menggombali cewek cewek yang lewat dihadapanya. sungguh anak yang penuh dengan percaya diri.

       Ujen memang tidak suka yang namanya duduk manis menghadap guru yang sedang mengajar, baginya tempat seperti itu adalah neraka. namanya juga ujen kalau sudah terperangkap di nerakanya tersebut, dia malah tidur pulas di meja paling pojok disebelah kanan.

       Suatu hari ketika pulang sekolah, karena malam minggu  Ujen mengajak temanya untuk main di bintaro plaza.

"rey, kita ngumpul yuk di binplaz" ajak ujen kepada rey teman dekatnya.
"yaudah gue ajak karyn ya biar lu seneng" jawabnya cengengesan.
"oke deh jam 9 ya di binplaz" katanya sambil jalan keluar kelas.

      akhirnya rey mengajak karyn untuk malming bersama di binplas. ujen mempunyai banyak teman karena sifatnya yang humoris dan bertanggung jawab. ada salah satu temanya yang bernama karyn yang sudah ujen taksir dari pertama bertemu. orangnya manis, rambut nya sebahu, matanya tidak terlalu sipit, pokoknya the best deh buat ujen.

      Jam sudah menunjukan pukul 09.00 pm. semua sudah berkumpul di tempat parkir motor binplaz. semua ada 5 orang.

"kita nonton aja yuk?" ujen mulai membuka suara.
"ayo deh jen tapi aku tidak membawa banyak uang" jawab karyn memelas.
"tenang saja nanti gue bayarin" jawab ujen sambil membusungkan dada.

       Ujen memang sudah dari dulu berharap nonton bioskop dengan karyn sang pujaan hatinya kelak. Ujen sudah merencanakan untuk menembak karyn setelah nonton bioskop. buat Ujen, diterima atau ditolak bukan masalah yang penting udah bertindak gantle.

      Dibioskop Ujen berada diantara karyn dan rey yang sudah duduk manis di kursi nya masing masing. akhirnya bisa sebelahan sama karyn batin ujen.

"filmnya bagus ya ryn" kata ujen
"filmnya kan belum mulai jen? gimana sih kamu" jawab karyn sambil tersenyum manis.
"oh iya ya, hehehe" jawab ujen tersipu malu.
"lagi banyak pikiran ya?" tanya karyn.
"iya nih" jawabnya cepat.
"emang lagi mikirin apa sih kalau boleh tau?" tanya karyn tidak kalah cepat.
"lagi mikirin bagaimana bisa mendapatkan hati kamu" gombal ujen.
"haha robek aja nih dada aku kalau mau ambil" sambil nyubit lengan ujen.
"hahaha" ujen ketawa konyol.

       film pun dimulai dan ujen sedang berusaha untuk memegang tangan karyn. mula mula ujen menunggu tangan karyn berada di dekat lenganya, setelah itu ujen mulai menyentuh punggung tangan karyn yang mulus itu.

"pinjem tangan nya dong ryn, dingin nih." kata ujen berbohong.
"hmm.. iya deh boleh" jawab karyn dengan ekspresi malu malu kucing.
"makasih ya, boleh ngomong sesuatu gak?"
"apa jen?"
"sebenernya aku udah suka sama kamu ketika pertama ketemu dikelas, menurut gue elu orang nya asik, baik, dan ramah, lebih lagi kamu cantik kaya bidadari, kamu mau ga jadi pacar aku?" tanya ujen dagdigdug derrr~
"apa!?" karyn kaget.
"iya aku suka sama kamu semenjak kita bertemu di kelas" jawabnya hati hati sekali.
"hmm gimana ya aku ga bisa." jawabnya.
"ga masalah deh" jawabnya kecewa sekali.
"maksudku aku ga bisa untuk nolak kamu" jawab karyn cengengesan..
"ha? maksudmu kamu nerima aku nih? ah ga lucu nih becandanya." kata ujen kesal.
"iya jen aku terima" jawabnya dengan nada yang khas.
"makasih ya ryn" kata ujen kegirangan.

       tetapi di saat itu juga rey meledek keduanya karena dari pertama nonton sampai film berakhir rey dicuekin.

"ehem ehem, ada yang jadian sahabatnya jadi dicuekin nih ye" ledek rey.
"haha, sory sory aku kira ga ada orang lagi" ujen balas meledek.
"kampret, pokoknya ditunggu ya traktiranya hehe." sambil mengacak rambut ujen.
"ahh gampang itu, tapi nunggu ada duit hehe" jawab ujen.

      ketiga sahabat itu bukanya menonton film yang disediakan, malah asyik ngobrol sampai film berakhir, sungguh suasana yang indah bagi ketiga remaja tersebut.

0 komentar:

Posting Komentar