Nama :
raka faris pratama
Kelas :
3ID02
NPM :
35415603
Review jurnal : ANALISA PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG
DIRI (APD) TERHADAP ALLOWANCE PROSES KERJA PEMOTONGAN KAYU (STUDI KASUS : PT.
PAL INDONESIA)
Dalam
jurnal ini menyatakan bahwa Pada Divisi Kapal Niaga utamanya di bagian Bengkel
Kayu PT. PAL Indonesia (PERSERO) terdapat peralatan yang menimbulkan potensi
bahaya dan sudah tidak memungkinkan lagi untuk dilakukan pengendalian secara
engineering control maupun administrative control sehingga pengguaan APD
menjadi cara terakhir yang harus di aplikasikan untuk mencegah atau
meminimalisir bahaya yang akan terjadi. Namun dengan diketahuinya potensi
bahaya yang ada dan pentingnya penggunaan APD selama proses kerja berlangsung,
masih saja terdapat beberapa pekerja yang mengabaikan dan tidak mau menggunakan
APD yang telah disediakan. Sebab mereka merasa tidak nyaman dan merasa
kesulitan saat melakukan pekerjaan dengan mengenakan APD yang ada. APD
merupakan suatu alat yang diperlukan untuk melindungi seseorang dari potensi
bahaya fisik maupun kesehatan yang tidak dapat dihilangkan melalui pengendalian
teknik/engineering control maupun pengendalian administratif/administrative
control. Pengendalian teknik adalah menghilangkan potensi bahaya yang berhubungan
dengan mesin atau melalui proses desain. Sedangkan pengendalian administratif
merupakan teknik manajemen, seperti mengatur waktu kerja pada pekerjaan yang
dapat mengakibatkan para pekerja dapat terpapar melebihi batas aman, sehingga
pekerja hanya akan terpapar bahaya dengan ketentuan diwawah nilai ambang batas
atau dapat dikatakan aman. Walaupun untuk meyakinkan pekerja untuk memakai APD
sangat sulit namun kemungkinan kecelakaan adalah rendah tetapi hal tersebut
adalah konsekuensi yang berat.
Adapun
tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan penelitian mengenai pengaruh
penggunaan APD terhadap allowance (waktu yang dibutuhkan pekerja untuk
beristirahat) yang nantinya mengacu terhadap produktivitas kerja para pekerja.
Waktu
Normal, dapat diartikan sebagai waktu yang dibutuhkan oleh seorang operator
dalam menyelesaikan pekerjaannya pada tembo/kecepatan yang normal. Namun pada
kenyataannya operator akan sering menghentikan kerja untuk keperluan seperti
personal needs, istirahat melepas lelah dan alasan lain diluar kontrolnya.
Rating Factor ini didasarkan pada satu faktor tunggal yaitu operator speed,
space atau tempo. Rating Factor ini umumnya dinyatakan dalam prosentase atau
angka desimal, dimana kerja normal akan sama dengan 100% atau 1,00. Rating
Factor diaplikasikan untuk menormalkan waktu kerja yang diperoleh dari
pengukuran kerja akibat tempo atau kecepatan kerja operator yang
berubah-ubah.[4] J@TI Undip, Vol IX, No 3, September 2014 142 2. Waktu Standar.
Personal Allowance umumnya diaplikasikan sebagai prosentase tertentu dari waktu
normal dan bisa berpengaruh pada handling time maupun machine time. Untuk
mempermudah perhitungan, fatigue allowance juga dinyatakan sama (prosentase dari
waktu normal) dan begitu pula dengan delay. Sedangkan untuk mempermudah waktu
standar guna penyelesaian suatu operasi kerja maka waktu normal harus ditambah
dengan waktu allowance (yang merupakan prosentase dari waktu normal). Disamping
itu ada kecenderungan untuk mempertimbangkan waktu allowance sebagai waktu yang
diberikan/dilonggarkan untuk berbagai macam hal per hari kerja. 3. Output
Standar, merupakan indikasi keluaran yang mampu dihasilkan oleh seorang
pekerja. Hasil keluaran yang dihasilkan oleh seorang pekerja merupakan suatu
ketetapan berdasarkan tingkat kemampuan rata-rata pekerja untuk menyelesaikan
suatu pekerjaan dan didalamnya sudah meliputi kelonggaran-kelonggaran waktu
yang diberikan sesuai dengan situasi dan kondisi pekerjaan itu sendiri.
Metodologi
penelitian atau tahapan-tahapan yang dilakukan dalam Analisa Pengaruh
Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Terhadap Allowance adalah dengan melakukan
Prework Sampling dan Work Sampling guna melakukan uji kecukupan data dengan N’
yang digunakan dibatasi sebesar . Kemudian melakukan perhitungan Allowance,
Waktu Normal, Waktu Standart, dan Output Standar. Setelah seluruh data
dikumpulkan dan dihitung tahapan selanjutnya adalah melakukan proses analisa
dengan menguji data-data yang ada dengan one-way ANOVA guna mengetahui ada atau
tidaknya pengaruh APD terhadap Allowance
Dalam
pengambilan data baik pre-work sampling maupun work sampling dilakukan dengan
beberapa ketentuan sebagai berikut: a. Pengambilan data dilakukan pada Bengkel
Kayu, Divisi Kapal Niaga PT. PAL Indonesia (Persero), Surabaya. b. Waktu
pengamatan dilakukan mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan selesai. c. Obyek yang
akan diamati adalah pekerjaan pembelahan kayu dengan menggunakan mesin straight
line saw, yang berfungsi untuk membelah kayu dengan ketebalan kayu 1-5cm. d.
Jumlah operator yang diamati sebanyak 3 orang dengan 3 perlakuan yaitu: -
Pekerja pertama mengenakan APD sepatu safety, cattle pack, masker, kacamata dan
helmet. - Pekerja kedua mengenakan APD sepatu safety, cattle pack dan,
kacamata. - Pekerja ketiga mengenakan APD sepatu safety dan cattle pack
Pengumpulan data pre-work sampling Dalam pekerjaan pembelahan kayu terdiri dari
4 elemen kerja yaitu mengangkat atau meletakkan material ke conveyor,
memposisikan material dan memasukkan material ke dalam mesin, Proses pembelahan
material beserta pengecekan material dan Penataan material. Hasil Pre-work
Sampling dapat dilihat pada Tabel 1 berikut: Tabel 1. Hasi Pre-work Sampling
*Keterangan: a. PT = Personal Time (ke kamar mandi, minum, merokok, ngobrol,
bersin-bersin, mengusap mata). b. W = Waiting (menunggu selesainya aktivitas
dari pekerja lain, menunggu row material, perbaikan mesin akibat kerusakan ringan.
c. F = Fatigue (duduk, istirahat, mengusap keringat, meregangkan otot). d. NA =
Not Available (menerima telepon, dipanggil atasan, meninggalkan tempat kerja).
e. 1, 2, 3 dan 4 menunjukkan elemen kerja untuk pekerjaan yang sedang diamatai.
f. Others = operator melakukan pekerjaan lain selain pekerjaan yang sedang
diamati. g. Total = jumlah keseluruhan dari kegiatan ketiga operator yang
diamati. h. Average Rating didapat dari total Performance Rating tiap elemen
kerja dibagi dentan total tiaptiap elemen kerja. i. Output = total hasil
keluaran yang dihasilkan oleh operator dari pekerjaan yang diamati selama
pengamatan berlangsung. Perhitungan uji kecukupan data dari jumlah data
pengamatan yang telah dilakukan adalah sebagai berikut: Dari perhitungan tersebut
didapatkan dari persen working (p) terkecil dan dengan tingkat kepercayaan 95%
sehingga nilai k = 2, dengan mengambil 100 kali pengamatan acak sehingga
diperoleh 5177 data dengan tingkat ketelitian 6% karena N’ belum mencukupi (
7000) dengan J@TI Undip, Vol IX, No 3, September 2014 143 ketelitian sebesar
5%. Sehingga perencanaan pengamatan work sampling delakukan selama 3 hari
dengan pengamatan acak yang diambil sebanyak 575 kali per hari.
Lalu
kesimpulannya adalah berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan
didapatkan waktu normal rata-rata sebesar 0.06078 jam untuk pekerja pertama
(memakai APDsepatu safety, cattle pack, masker, kacamata dan helmet), 0.06169
jam pekerja Kedua (memakai APD sepatu safety, cattle pack dan kacamata) dan
0.06229 jam untuk pekerja Ketiga (memakai sepatu safety dan cattle pack).
Sedangkan waktu standarnya didapatkan nilai rata-rata sebesar 0.06126 jam/unit
untuk pekerja Pertama, 0.0624 jam/unit untuk pekerja Kedua dan 0.06338 jam/unit
untuk pekerja Ketiga. Dan waktu normal dan waktu standar yang paling baik
nilainya adalah yang dihasilkan oleh pekerja Pertama. Dari hasil pengujian
dengan one-way ANOVA didapatkan bahwa nilai P sebesar 0.001 yang nilainya
kurang dari nilai a
yaitu sebesar 0.05, sehingga dari nilai P tersebut dapat disimpulkan bahwa
terdapat pengaruh pada penggunaan APD terhadalinkp Allowance. Pada output standart
rata-rata yang dihasilkan pada pekerjaan kayu didapatkan 16.34 unit/jam untuk
pekerja Pertama, 16.03jam/unit untuk pekerja Kedua dan 15.78 jam/unit untuk
pekerja Ketiga. Mka output terbesar dihasilkan ole pekerja Pertama.
link ppt : https://drive.google.com/file/d/0BzDy55b3JrjBUFdUeWE2c1BuZTA/view?usp=sharing






0 komentar:
Posting Komentar