Rabu, 08 November 2017

review jurnal II






Review jurnal : KARAKTERISTIK GAS-GAS HASIL PIROLISIS TANDAN KOSONG KELAPA  SAWIT



Jurnal ini bertujuan untuk membuktikan bahwa proses pirolisis ilalang menghasilkan gas h 2 dan gas Ch 4 yang semakin menurun dengan peningkatan suhu. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tandan kosong kelapa sawit yang diperoleh dari hasil pengolahan tandan buah segar dari pabrik kelapa sawit ptpn VIII kerta jaya banten. Proses pengecilan ukuran secara manual dilakukan agar diperoleh ukuran bahan sebesar 3-4 c

Hasil pirolisis tandan kosong kelapa sawit berupa padatan (arang), gas dan cairan pada perlakuan suhu 200 - 450 oC . Porsi terbesar yang dihasilkan dari proses pirolisis tersebut adalah gas (49,33% - 57,79%) diikuti oleh padatan (32,96% - 42,74%) dan cairan (7,14% - 10,80%). Besarnya gas yang dihasilkan disebabkan tingginya kandungan zat terbang yang terkandung pada tandan kosong kelapa sawit (75,37%). Pelepasan zat terbang pada proses pirolisis akan menghasilkan gas mampu bakar. Gas mampu bakar yang dihasilkan sebagian besar adalah H2, CO, dan CH4, dengan komposisi yang berubah sesuai dengan suhu pirolisis.

Analisis ultimat untuk mengetahui besarnya persentase karbon, hidrogen, nitrogen, dan oksigen yang terkandung pada tandan kosong kelapa sawit dilakukan menggunakan alat GCMS Pirolisis Shimadzu tipe GCMS-QP2010. Analisis Proximat untuk mengetahui kadar air, zat terbang (volatile metter), karbon tetap dan abu dilakukan dengan menggunakan termogravimetri analyzer. Analisis lignoselulosa tandan kosong sawit dilakukan untuk mengatahui persentase kandungan selulosa
menggunakan metode Norman Jenkins, lignin dengan standar TAPPI, T 6 m – 59 (ASTM), hemiseluloa menggunakan standar ASTM 1104-56 dan ASTM 1103-60. Analisis ultimat, proximat dan lignoselulosa dilakukan di laboratorium pengujian hasil hutan Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan Bogor

Kesimpulan : Pirolisis tandan kosong kelapa sawit mempunyai kandungan gas mampu bakar berupa gas H2, CO dan CH4. Perlakuan pada suhu rendah (200oC) menunjukkan bahwa nilai kalor gas yang diperoleh dari tiap gram tandan kosong sawit yang dipirolisis hanya 12,40% dari nilai kalor TKKS, dan semakin meningkat seiring peningkatan suhu, hingga mencapai 36,12% pada perlakuan suhu tertinggi
(450oC). Nilai kalor spesifik gas yang diperoleh pada suhu pirolisis 200 oC adalah sebesar 11,86 (kJ/g gas) dimana nilai ini lebih kecil nilai kalor tanda kosong kelapa sawit. Suhu pirolisis minimal untuk menghasilkan nilai kalor spesifik gas yang lebih besar dari nilai kalor tandan kosong kelapa sawit adalah pada suhu 250oC yaitu sebesar 20,36 (kJ/g gas).



Link jurnal yang dibahas : http://journal.ipb.ac.id/index.php/jurnaltin/article/view/10860/8382

0 komentar:

Posting Komentar