Review
jurnal : KARAKTERISTIK
GAS-GAS HASIL PIROLISIS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT
Jurnal ini bertujuan untuk membuktikan bahwa proses
pirolisis ilalang menghasilkan gas h 2 dan gas Ch 4 yang semakin menurun dengan
peningkatan suhu. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tandan
kosong kelapa sawit yang diperoleh dari hasil pengolahan tandan buah segar dari
pabrik kelapa sawit ptpn VIII kerta jaya banten. Proses pengecilan ukuran
secara manual dilakukan agar diperoleh ukuran bahan sebesar 3-4 c
Hasil pirolisis tandan kosong kelapa sawit berupa padatan (arang), gas dan
cairan pada perlakuan suhu 200 - 450 oC . Porsi terbesar yang dihasilkan dari
proses pirolisis tersebut adalah gas (49,33% - 57,79%) diikuti oleh padatan
(32,96% - 42,74%) dan cairan (7,14% - 10,80%). Besarnya gas yang dihasilkan
disebabkan tingginya kandungan zat terbang yang terkandung pada tandan kosong
kelapa sawit (75,37%). Pelepasan zat terbang pada proses pirolisis akan menghasilkan
gas mampu bakar. Gas mampu bakar yang dihasilkan sebagian besar adalah H2, CO,
dan CH4, dengan komposisi yang berubah sesuai dengan suhu pirolisis.
Analisis ultimat untuk mengetahui besarnya persentase
karbon, hidrogen, nitrogen, dan oksigen yang terkandung pada tandan kosong
kelapa sawit dilakukan menggunakan alat GCMS Pirolisis Shimadzu tipe
GCMS-QP2010. Analisis Proximat untuk mengetahui kadar air, zat terbang (volatile
metter), karbon tetap dan abu dilakukan dengan menggunakan termogravimetri
analyzer. Analisis lignoselulosa tandan kosong sawit dilakukan untuk mengatahui
persentase kandungan selulosa
menggunakan metode Norman Jenkins, lignin dengan standar TAPPI, T 6 m – 59 (ASTM), hemiseluloa menggunakan standar ASTM 1104-56 dan ASTM 1103-60. Analisis ultimat, proximat dan lignoselulosa dilakukan di laboratorium pengujian hasil hutan Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan Bogor
menggunakan metode Norman Jenkins, lignin dengan standar TAPPI, T 6 m – 59 (ASTM), hemiseluloa menggunakan standar ASTM 1104-56 dan ASTM 1103-60. Analisis ultimat, proximat dan lignoselulosa dilakukan di laboratorium pengujian hasil hutan Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan Bogor
Kesimpulan : Pirolisis tandan
kosong kelapa sawit mempunyai kandungan gas mampu bakar berupa gas H2, CO dan
CH4. Perlakuan pada suhu rendah (200oC) menunjukkan bahwa nilai kalor gas yang diperoleh
dari tiap gram tandan kosong sawit yang dipirolisis hanya 12,40% dari nilai
kalor TKKS, dan semakin meningkat seiring peningkatan suhu, hingga mencapai 36,12%
pada perlakuan suhu tertinggi
(450oC). Nilai kalor spesifik gas yang diperoleh pada suhu pirolisis 200 oC adalah sebesar 11,86 (kJ/g gas) dimana nilai ini lebih kecil nilai kalor tanda kosong kelapa sawit. Suhu pirolisis minimal untuk menghasilkan nilai kalor spesifik gas yang lebih besar dari nilai kalor tandan kosong kelapa sawit adalah pada suhu 250oC yaitu sebesar 20,36 (kJ/g gas).
(450oC). Nilai kalor spesifik gas yang diperoleh pada suhu pirolisis 200 oC adalah sebesar 11,86 (kJ/g gas) dimana nilai ini lebih kecil nilai kalor tanda kosong kelapa sawit. Suhu pirolisis minimal untuk menghasilkan nilai kalor spesifik gas yang lebih besar dari nilai kalor tandan kosong kelapa sawit adalah pada suhu 250oC yaitu sebesar 20,36 (kJ/g gas).
Link jurnal yang dibahas : http://journal.ipb.ac.id/index.php/jurnaltin/article/view/10860/8382






0 komentar:
Posting Komentar