Jumat, 01 Maret 2013

cinta itu buta (cerpen)

      jaman dahulu kala, ada seorang pangeran yang tampan dan kaya raya bernama thomas, ia memiliki banyak uang dan emas. apa yang ia mau pasti selalu dipenuhi oleh ayahnya, tetapi thomas merasa terlalu dimanjakan. akhirnya dia kabur dari istana dan pergi ke hutan untuk menghindar dari ayahnya.disana ia kebingungnan mau menetap dimana.

     setelah berjam jam berjalan, akhirnya dia menemukan sebuah gubuk yang sangat sederhana. gubuk itu terbuat dari jerami dengan sedikit papan di bagian atapnya. thomas mengetuk gubuk tersebut "tok tok tok, apakah ada orang disini?" thomas mengetuk. beberapa lama kemudian ada seorang gadis yang membukakan pintu, gadis itu cantik sekali membuat pangeran thomas kagum. walaupun cantik, dia memiliki kelainan yaitu hilang penglihatan, tetapi pangeran thomas tetap kagum karena gadis buta bisa bertahan hidup di hutan yang berbahaya ini.

thomas : "Siapakah engkau wahai gadis cantik?"
venessa : "saya venessa, ada apa tuan datang kemari?"
thomas : "bolehkah saya tinggal disini? saya pengelana yang datang dari tempat yang jauh" pangeran thomas berbohong.
venessa : "boleh tuan, silakan masuk"

     venessa merasa bahwa pangeran thomas adalah orang yang baik dari tutur kata nya yang sopan dan ramah. akhirnya pangeran thomas tinggal disitu untuk menetap dan bertahan hidup. di lain tempat, ayah thomas sedih karena pangeran thomas kabur dari istana dan jatuh sakit. pangeran thomas tidak tau akan hal itu dan melanjutkan aktivitasnya sebagai penebang ka"yu di hutan.

     saat venessa berjalan jalan di dekat gubuknya untuk menghirup udara segar, ia tersandung batang kayu dan terjatuh. kakinya gores kena batang kayu tadi. pangeran thomas yang sedang istirahat di dekat venessa pun langsung menghampiri venessa yang sedang terkulai lemah.

thomas: "apa kau tidak apa apa venessa?
venessa: "kakiku berdarah, oh betapa sakitnya" sambil menangis
thomas: "ayo mari aku bantu masuk kedalam" thomas pun menggendong venessa kedalam gubuk.
venessa: "terima kasih thomas, kau sangat baik"

      di dalam, thomas mengambil daun daunan sebagai obat luka kaki venessa, saat pangeran thomas sedang mengolesi luka dengan obat, reflek venessa memeluk pangeran dengan erat untuk menahan sakit. disitulah akhirnya mereka jatuh cinta.

      hari demi hari mereka lewati dengan kebahagiaan hingga akhirnya pangeran thomas tau bahwa ayahnya sedang sakit sakitan karena memikirkannya terus. pangeran thomas pun mengajak venessa untuk pergi ke istananya. venessa sangat kaget ketika mengetahui bahwa selama ini thomas yang dikenal sebagai pengelana sebenarnya adalah seorang pangeran.

      ayahnya pun senang ketika pangeran thomas pulang. pangeran thomas pun berlari dan memeluk ayahnya yang terbaring di kasur. venessa hanya bisa mendengar percakapan anak dan ayah tersebut. pangeran menceritakan pengalaman barunya dengan venessa.

raja: "apa!? kau mencintai gadis buta!?"
thoams: "iya ayah, dia sangat baik dan cantik, aku sangat mencintai dia ayah."
raja: "tak bisakah kau mencari gadis yang lebih sempurna dibanding dengan dia?!"
thomas: tidak ayah, dihatiku cuma ada venessa seorang, tidak ada yang bisa menggantikanya."
raja: "tapi thomas..."
thomas: "ayah, tolong nikahi aku dengan nya, ini adalah satu satu nya permintaan dari ku ayah, aku sangat                   mencintai dia."
raja: "baiklah, jika itu sudah menjadi keputusanmu, ayah akan nikahkan kalian berdua."
thomas: "terima kasih ayah" sambil berlari keluar dan memeluk venessa.

      dan pada akhirnya pangeran thomas dan venessa pun menikah dan hidup rukun di istana raja. raja atau ayah dari pangeran thomas pun meninggal. pangeran thomas menggantikan kedudukan ayahnya sebagai raja. sebulan setelah pernikahanya, mereka dikaruniai 3 orang anak.

pesan yang terkandung : cinta itu buta, tidak memandang fisik atau keadaan. tidak ada yang sempurna di                                            dunia ini selain ALLAH SWT. jadi jangan mencari pasangan yang sempurna, jika itu                                      terjadi maka kalian menduakan tuhan kalian

0 komentar:

Posting Komentar