Aku (ujen) hari itu membuat suatu
perkumpulan, perkumpulan sahabat yang bernama “URAKAN” yang terdiri dari aku,
ray, smith, karyn dan diva. Kami berlima sedang liburan, karena kakak kelas
kami sedang melaksanakan uas.
Ray
member usul hari senin untuk berlibur ke pantai tanjung pasir, tentu kami semua
sangat setuju karena suasana di pantai sangatlah menarik dan menyenangkan. Kami
akan berangkat hari senin pukul 9.00 wib.
Waktu
yang ditentukan pun datang, kami janjian bertemu di gerbang komplek ku karena
di sana lah tempat yang paling dekat dari rumah urakan. Semua sudah datang,
kamu pun langsung saja menyalakan motor masing masing dan tancaappppp.
40
menit sudah waktu berlalu akhirnya kami sampai di tanjung pasir, rasa lelah pun
kalah dengan rasa lega yang kami miliki. Di sini pantai nya kotor, sudah
tercemari oleh oli kapal yang lalu lalang di sini. Tapi kami bukan berlibur
disini melainkan di pulau untung jawa. Di tanjung pasir adalah salah satu
tempat yang bisa mengantarkan kita ke pulau untung jawa.
Tapi
kami tidak pergi begitu saja, kami akan mengabadikan foto kami disini
menggunakan kamera yang dibawa oleh smith. Ray dengan wajah polosnya nyegir di
sebelah smith, sementara smith mengacungkan jempolnya, diva dan karyn senyum
sangat lebar didepan kamera, sedangkan ujen dengan wajah tampanya disebelah
karyn berpose seperti superman. Sungguh tampan wajahnya (hueeekk).
Oke
sekarang kapal sudah siap dan kami semua naik untuk menyebrang pulau. Tetapi
kapal yang kami naiki tidak kunjung jalan karena menunggu penumpang yang sangat
lelet. “bang!!! Cepet kek jalan waktu nih waktu!!” omel diva. Tapi tetap saja
nahkoda kapal tersebut masih menunggu penumpang yang lain. Oke sip kami
menyerah dan menunggu.
45
menit kemudian akhirnya kapal jalan, kami sangat senang karena sudah kelamaan
menunggu bokong kami pegal pegal (abaikan). Aku yang dari tadi melihat ray dan
karyn yang sedari tadi lemas karena mabok laut menjadi kasihan, tetapi tak lama
kemudian mereka mulai beradaptasi dengan laut dan akhirnya ceria kembali.
Ray :
hei ujen kok dari kita berlima Cuma lu doing yang kaga mual? Aneh lu!
Ujen :
hahaha ga tau jug ague ray, gue kan kuat kaya superman!
Smith :
huuu elu mah bukan superman, tapi suparman!! Hahaha
Kami
semua sangat ceria di kapal tersebut, melihat berbagai pemandangan laut yang
jarang kami lihat. Burung burung dilangit biru berterbangan untuk mencari ikan.
Ikan ikan kecil di bagian kiri dan kanan kapal terlihat lucu dan menawan.
Pulau
tujuan semakin dekat, kami bersiap siap untuk turun ke pulau untung jawa yang
mungkin 5 menit lagi akan sampai.
Setelah
sampai ditempat tujuan, para penumpang mulai berbondong bonding untuk turun. Diantara
kami berlima, ray lah yang pertama kali turun, lalu disusul oleh karyn dan
diva, dan akhirnya aku dan smith.
Kami
berlari ke saung yang dekat dengan pantai karena takut diambil orang, kami
menaruh tas dan dan pergi warung terdekat untuk makan mie karena saat itu kami
semua sangat lapar. Ray memesan 2 mangkok indomie sekaligus, sementara yang
lain hanya 1 mangkok.
Setelah
semua habis, tiba tiba smith ingin nambah 1 mangkok lagi, akhirnya semua nambah
1 mangkok. Hanya karyn dan diva yang tidak habis memakan semua indomie
tersebut. Indomie diva dimakan oleh ujen yang super rakus itu (haha!).
Ray :
udah pada kenyang kan? Ayo kita ke saung untuk istirahat.
Ujen :
ogah ah, gue mau berenang, betul tidak smith?
Smith :
iya ray, kita udah jauh jauh ke sini masa Cuma tiduran di saung dekat pantai
sih.
Ray :yasudah lah aku sama karyn saja yang di
saung kalian bertiga berenang saja di pantai.
Gue,
smith dan diva asik bermain air di pantai yang indah ini, diva menggali pasir
dan menemukan seekor kelomang yang imut di dalamnya. Sementara smith bermain
bersama ombak bersama ujen yang gagah (:D).
Karena
merasa bosan gue, smith, dan diva ingin naik banana boat. Tetapi smith dan diva
tidak punya uang, akhirnya semua biaya ditanggung oleh ujen yang perkasa. Smith
dan diva Cuma bisa nyengir saja sambil loncat loncat kegirangan.
Setelah
antri untuk naik banana boat, akhirnya giliran kami untuk naik. Kami mendapat
jatah 3 kali naik. Karyn mengabadikan foto kami sambil naik jet ski. Yang pertama
diva didepan yang ditengah si ujen, dan yang dibelakang adalah smith, kami
dibawa ketengah laut dan tiba tiba banana boat jatuh. Gue merasa di bokong gue
ada batu karang, dan setelah gue ke permukaan ternyata itu bukan batu karang
melainkan kepala si diva. Gue tertawa terbahak bahak.
Yang
kedua gue di belakang, yang lain gue lupa. Seperti biasa, kami dibawa ke tengah
laut, dan tiba tiba banana boat kami terpelanting. Gue menelan seteguk air laut
dan tiba tiba mual. Tapi itu masih bisa gue tahan hehe.
Yang
ketiga kami dijatuhkan pinggir pantai karena itu yang terakhir. Kami puas dan
merasa lega karena permainan sudah selesai.
Setelah
merasa puas bermain air, gue, smith dan diva mandi di toilet terdekat denga
bayaran 3 ribu rupiah per satu ember air. Aku membersihkan badan dari pasir
yang membuat kulit gatal.
Setelah
kami bertiga bersih, kami bergegas pergi ke saung untuk menyusul ray dan karyn
yang sedang bermain poker. Kami awalnya hanya melihat. Tetapi semua berubah
ketika Negara api menyerang ,eh? Maksudnya semua berubah ketika monopoli milik
ray dibuka oleh ujen dan akhirnya gue, smith, karyn, dan ray bermain monopoli,
sementara diva masih asyik memandangi pesisir pantai yang indah dan menawan.
Suasana
saung tersebut sangat nyaman. Angin sepoi sepoi tak pernah lelah untuk
menyegarkan tubuh yang sudah lelah ini. Kami masih bermain sampai waktu yang
ditentukan untuk pulang pun sampai.
Saat
itu rintik rintil air kecil pun sudah turun dari awan yang sedari tadi terlihat
gelap. Lama kelamaan huja turun mengguyur pulau untung jawa ini. Kami yang
sudah terlanjur basah akhirnya nekat hujan hujanan untuk mencari kapal. Tapi kami
kecewa saat sampai di dermaga, tidak ada kapal yang kami tumpangi tadi,
akhirnya kami menunggu lagi dengan perasaan yang was was.
Tak
lama kemudian kapal pun datang. Kami cepat cepat mendatangi kapal untuk segera
pulang, tetapi kapal masih saja diam ditempat.
Ujen :
bang, kapan nih jalan nya? Udah capek nih.
Kuproy :
sabar yah, masih ada satu rombongan lagi yang belum naik.
Diva :
ah elah, lama banget sih, gibing jangan nih.
Smith :
hahahaha. (pea)
Akhirnya
rombongan tersebut datang, baru saja mereka satu langkah menaiki kapal, seluruh
penumpang menyuraki rombongan tersebut, “HUUUUUUUU” kira kira seperti itu
teriakan mereka. Gue dan smith lebih suka memandang pelangi yang terbias
setelah hujan turun.
Akhirnya
kapal berangkat untuk menyebrang ke pulau asal kami. Kami merasa senang dengan
terbentuknya kelompok persahabatan “urakan”. Dengan begitu kami bisa merencanakan kepergian
selanjutnya bersama. Thanks para pembaca setia ^^






0 komentar:
Posting Komentar