Rabu, 06 Maret 2013

URAKAN! holiday at untung jawa island (part3)


Aku (ujen) hari itu membuat suatu perkumpulan, perkumpulan sahabat yang bernama “URAKAN” yang terdiri dari aku, ray, smith, karyn dan diva. Kami berlima sedang liburan, karena kakak kelas kami sedang melaksanakan uas.
            Ray member usul hari senin untuk berlibur ke pantai tanjung pasir, tentu kami semua sangat setuju karena suasana di pantai sangatlah menarik dan menyenangkan. Kami akan berangkat hari senin pukul 9.00 wib.
            Waktu yang ditentukan pun datang, kami janjian bertemu di gerbang komplek ku karena di sana lah tempat yang paling dekat dari rumah urakan. Semua sudah datang, kamu pun langsung saja menyalakan motor masing masing dan tancaappppp.
            40 menit sudah waktu berlalu akhirnya kami sampai di tanjung pasir, rasa lelah pun kalah dengan rasa lega yang kami miliki. Di sini pantai nya kotor, sudah tercemari oleh oli kapal yang lalu lalang di sini. Tapi kami bukan berlibur disini melainkan di pulau untung jawa. Di tanjung pasir adalah salah satu tempat yang bisa mengantarkan kita ke pulau untung jawa.
            Tapi kami tidak pergi begitu saja, kami akan mengabadikan foto kami disini menggunakan kamera yang dibawa oleh smith. Ray dengan wajah polosnya nyegir di sebelah smith, sementara smith mengacungkan jempolnya, diva dan karyn senyum sangat lebar didepan kamera, sedangkan ujen dengan wajah tampanya disebelah karyn berpose seperti superman. Sungguh tampan wajahnya (hueeekk).
            Oke sekarang kapal sudah siap dan kami semua naik untuk menyebrang pulau. Tetapi kapal yang kami naiki tidak kunjung jalan karena menunggu penumpang yang sangat lelet. “bang!!! Cepet kek jalan waktu nih waktu!!” omel diva. Tapi tetap saja nahkoda kapal tersebut masih menunggu penumpang yang lain. Oke sip kami menyerah dan menunggu.
            45 menit kemudian akhirnya kapal jalan, kami sangat senang karena sudah kelamaan menunggu bokong kami pegal pegal (abaikan). Aku yang dari tadi melihat ray dan karyn yang sedari tadi lemas karena mabok laut menjadi kasihan, tetapi tak lama kemudian mereka mulai beradaptasi dengan laut dan akhirnya ceria kembali.
Ray      : hei ujen kok dari kita berlima Cuma lu doing yang kaga mual? Aneh lu!
Ujen    : hahaha ga tau jug ague ray, gue kan kuat kaya superman!
Smith  : huuu elu mah bukan superman, tapi suparman!! Hahaha
            Kami semua sangat ceria di kapal tersebut, melihat berbagai pemandangan laut yang jarang kami lihat. Burung burung dilangit biru berterbangan untuk mencari ikan. Ikan ikan kecil di bagian kiri dan kanan kapal terlihat lucu dan menawan.
            Pulau tujuan semakin dekat, kami bersiap siap untuk turun ke pulau untung jawa yang mungkin 5 menit lagi akan sampai.
            Setelah sampai ditempat tujuan, para penumpang mulai berbondong bonding untuk turun. Diantara kami berlima, ray lah yang pertama kali turun, lalu disusul oleh karyn dan diva, dan akhirnya aku dan smith.
            Kami berlari ke saung yang dekat dengan pantai karena takut diambil orang, kami menaruh tas dan dan pergi warung terdekat untuk makan mie karena saat itu kami semua sangat lapar. Ray memesan 2 mangkok indomie sekaligus, sementara yang lain hanya 1 mangkok.
            Setelah semua habis, tiba tiba smith ingin nambah 1 mangkok lagi, akhirnya semua nambah 1 mangkok. Hanya karyn dan diva yang tidak habis memakan semua indomie tersebut. Indomie diva dimakan oleh ujen yang super rakus itu (haha!).
Ray      : udah pada kenyang kan? Ayo kita ke saung untuk istirahat.
Ujen    : ogah ah, gue mau berenang, betul tidak smith?
Smith  : iya ray, kita udah jauh jauh ke sini masa Cuma tiduran di saung dekat pantai sih.
Ray      :yasudah lah aku sama karyn saja yang di saung kalian bertiga berenang saja di      pantai.
            Gue, smith dan diva asik bermain air di pantai yang indah ini, diva menggali pasir dan menemukan seekor kelomang yang imut di dalamnya. Sementara smith bermain bersama ombak bersama ujen yang gagah (:D).
            Karena merasa bosan gue, smith, dan diva ingin naik banana boat. Tetapi smith dan diva tidak punya uang, akhirnya semua biaya ditanggung oleh ujen yang perkasa. Smith dan diva Cuma bisa nyengir saja sambil loncat loncat kegirangan.
            Setelah antri untuk naik banana boat, akhirnya giliran kami untuk naik. Kami mendapat jatah 3 kali naik. Karyn mengabadikan foto kami sambil naik jet ski. Yang pertama diva didepan yang ditengah si ujen, dan yang dibelakang adalah smith, kami dibawa ketengah laut dan tiba tiba banana boat jatuh. Gue merasa di bokong gue ada batu karang, dan setelah gue ke permukaan ternyata itu bukan batu karang melainkan kepala si diva. Gue tertawa terbahak bahak.
            Yang kedua gue di belakang, yang lain gue lupa. Seperti biasa, kami dibawa ke tengah laut, dan tiba tiba banana boat kami terpelanting. Gue menelan seteguk air laut dan tiba tiba mual. Tapi itu masih bisa gue tahan hehe.
            Yang ketiga kami dijatuhkan pinggir pantai karena itu yang terakhir. Kami puas dan merasa lega karena permainan sudah selesai.
            Setelah merasa puas bermain air, gue, smith dan diva mandi di toilet terdekat denga bayaran 3 ribu rupiah per satu ember air. Aku membersihkan badan dari pasir yang membuat kulit gatal.
            Setelah kami bertiga bersih, kami bergegas pergi ke saung untuk menyusul ray dan karyn yang sedang bermain poker. Kami awalnya hanya melihat. Tetapi semua berubah ketika Negara api menyerang ,eh? Maksudnya semua berubah ketika monopoli milik ray dibuka oleh ujen dan akhirnya gue, smith, karyn, dan ray bermain monopoli, sementara diva masih asyik memandangi pesisir pantai yang indah dan menawan.
            Suasana saung tersebut sangat nyaman. Angin sepoi sepoi tak pernah lelah untuk menyegarkan tubuh yang sudah lelah ini. Kami masih bermain sampai waktu yang ditentukan untuk pulang pun sampai.
            Saat itu rintik rintil air kecil pun sudah turun dari awan yang sedari tadi terlihat gelap. Lama kelamaan huja turun mengguyur pulau untung jawa ini. Kami yang sudah terlanjur basah akhirnya nekat hujan hujanan untuk mencari kapal. Tapi kami kecewa saat sampai di dermaga, tidak ada kapal yang kami tumpangi tadi, akhirnya kami menunggu lagi dengan perasaan yang was was.
            Tak lama kemudian kapal pun datang. Kami cepat cepat mendatangi kapal untuk segera pulang, tetapi kapal masih saja diam ditempat.
Ujen    : bang, kapan nih jalan nya? Udah capek nih.
Kuproy            : sabar yah, masih ada satu rombongan lagi yang belum naik.
Diva     : ah elah, lama banget sih, gibing jangan nih.
Smith  : hahahaha. (pea)
            Akhirnya rombongan tersebut datang, baru saja mereka satu langkah menaiki kapal, seluruh penumpang menyuraki rombongan tersebut, “HUUUUUUUU” kira kira seperti itu teriakan mereka. Gue dan smith lebih suka memandang pelangi yang terbias setelah hujan turun.
            Akhirnya kapal berangkat untuk menyebrang ke pulau asal kami. Kami merasa senang dengan terbentuknya kelompok persahabatan “urakan”.  Dengan begitu kami bisa merencanakan kepergian selanjutnya bersama. Thanks para pembaca setia ^^
           

0 komentar:

Posting Komentar